Selasa, 28 April 2020

Simak Cara Menyiram Tanaman yang Baik Dan Benar


Assalamualaikum...
Semua pasti mengetahui memelihara tanaman bisa menjadi salah satu hobi yang bermanfaat . Apakah tanaman bisa di pakai relaksasi sebagai pengurang stress atau tanaman buah yang buahnya bisa dimakan.

Dalam memelihara tanaman ada beberapa macam mulai dari menyiram tanaman,memupuk,menyiangi gulma disekitar tanaman,sampai cara panen. Kali ini kita akan mengulas bagaimana cara menyirami tanaman yang baik dan benar.


Walaupun terlihat sepele namun banyak juga yang belum memahami bagaimana cara menyiram tanaman dengan benar. Mungkin kita sering mengira bahwa jika sering melakukan penyiraman tanaman akan tumbuh subur tapi ternyata terlalu sering menyiram tanaman tidak selamanya baik.


Banyaknya asupan air yang tersedia didalam tanah membuat akar menjadi tidak berkembang. Sebaliknya jika menyiram diberi renta waktu dan penuh akan merangsang tanaman tumbuh subur.


Yang Harus Diperhatikan Dalam Menyiram


  • Jumlah Air Harus di perhatikan : kadar air tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak. Karena jika air terlalu menmapung banyak air akar tidak berkembang dengan baik, dan jika terlalu kurang maka tanaman juga akan mati.
  • Jadwal penyiraman : waktu terbaik dalam menyiram adalah pagi sebelum jam 9 pagi dan waktu sore setelah jam 4 sore. Hal ini dikarenakan apabila lebih dari jam 9 pagi matahari sudah mulai meninggi dan menyebabkan proses fotosintesis tanaman bisa terganggu bukan malah tumbuh subur.
  • Tidak boleh mneyiram lebih dari jam 6 sore : hal ini di karenakan tanah akan menjadi lebih lembab dan jamur mudah tumbuh mengganggu di sekitar tanaman sehingga akan merugikan tanaman.


Tips Menyiram Tanaman Yang Baik Dan Benar

  • Pahami Jenis Tanaman
    Setiap jenis tanaman pasti memiliki bentuk akar yang berbeda. Untuk tanaman yang berbentuk pohon akarnya akan menjangkau tanah lebih dalam dari pada jenis tanaman semak atau tanaman hias. Selain itu tanaman yang memiliki daun kecil,keabu-abuan yang menyerupai jarum biasanya membutuhkan kadar air yang lebih sedikit daripada pohon yang memiliki daun yang lebar.
  • Usia Tanaman
    Perhatikan usia tanaman kita harus memperhatikan usia tanaman apakah usia tanaman masih muda atau tidak. Jika usia tanaman masih muda maka penyiramannnya harus lebih sering dari tanaman yang sudah tua karena tanaman tua sudah mandiri dan sudah bisa mencukupi kebutuhan kadar airnya.
  • Check Setiap Saat Agar Tanah Tidak Kekurangan Air
    Lakukan pengecekan setiap saat agar kebutuhan asuapan air dalam tanaman bisa tercukupi. Jika air dalam tanaman terpenuhi dengan baik maka perkembangan dan pertumbuhan tanaman akan bagus.
  • Tanaman Yang Baru Di Pindahkan
    Tanaman yang baru dipindahkan ke tempat lain atau repoting tetap harus menyiramnya lebih sering karena bisa jadi tanaman anda mengalami setres sehingga menyiram harus lebih sering dari biasanya selama kurang lebih dua minggu.
  • Kondisi Tanah
    Jenis tanaman lempung biasanya lebih lambat namun menyimpan air lebih lama jadi dalam menyerap air maka lebih banyak membutuhkan air dan metode penyiraman lebih lama. Kondisi tanah berpasir malah sebaliknya tanah berpasir harus menyiram tanaman lebih sering karena tanah tidak bisa menyimpan air secara lama.

Demikianlah ulasan mengenai cara menyiram tanaman yang baik dan benar. Semoga bermanfaat

Apakah Kalian Tahu Manfaat Dari Buah Ceplukan ? Ini dia

Assalamualaikum ...

Ceplukan adalah nama sejenis buah kecil, yang ketika masak tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Buah ini juga dikenal dengan pelbagai nama daerah seperti cecenet atau cecendet, nyurnyuran, dan kopok-kopokan.

Umumnya tanaman ini tumbuh liar, ceplukan biasa didapati bercampur dengan herba dan semak lainnya di kebun, tegalan, sawah yang mengering, tepi jalan, tepi hutan dan bagian-bagian hutan yang terbuka disinari terik matahari.

Buahnya digemari anak-anak. Seluruh bagian tumbuhan, dari daun sampai akar dan biasanya dikeringkan lebih dulu, digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional.

Dalam buku Plantes Medicinalis karangan dua pakar botani Prancis, Volak dan Jiri Stoduca, dikisahkan bahwa ceplukan sudah dikenal oleh orang Romawi zaman kejayaan mereka menjajah bangsa-bangsa Timur.


Dalam pertempuran di Iran Selatan, banyak prajurit Romawi yang menderita luka parah karena senjata tajam.

Untuk mengobati luka itu, mereka memakai tanaman obat tradisional yang terdapat di sekitar daerah pertempuran.

Salah satu di antaranya ialah ceplukan itu yang ternyata mujarab sekali. Daunnya setelah dilumatkan ditempelkan pada luka, dan orang yang bersangkutan juga memakan buahnya. Lukanya cepat sembuh.

Mereka begitu kagum akan kehebatan khasiat tanaman itu, sampai mereka menyebutnya physalis (penyelamat). Kata itu kemudian dijadikan kata sandi bagi pertempuran berikutnya.

Sejumlah tanaman dan buahnya dibawa pulang ke Roma, sampai kemudian menjadi tanaman obat terkenal di seluruh dunia zaman itu. Sampai sekarang, tanamannya menyandang nama marga Physalis.

Berdasarkan hasil analisis berabad-abad kemudian, ternyata buah tanaman itu mengandung vitamin C yang relatif tinggi.

Lebih tinggi daripada buah anggur. Diduga, itulah biang keladi penyebab daya penyembuhan luka yang begitu besar, seperti yang dialami para prajurit Romawi di pertempuran Iran dulu.

Khasiat dan Manfaat Ceplukan

Ceplukan dapat dimanfaatkan sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, analgesik, dan sitotoksik. Juga sebagai peluruh air seni (diuretic), menetralkan racun, meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh dan anti tumor.


Khasiat tanaman herbal ceplukan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti:

  1. Diabetes Mellitus
  2. Sakit Paru-paru, batuk rejan (pertusis), bronchitis (radang saluran napas), gondongan (paroritis), pembengkakan buah pelir (orchitis)
  3. Ayan
  4. Borok
  5. Bisul
  6. Influenza dan Sakit Tenggorokan

Demikian sedikit tentang khasiat dari buah ceplukan.

Senin, 27 Januari 2020

Apakah Sayuran Hidroponik Lebih Sehat dari Sayur Biasa ?


Assalamualaikum...
Belakangan ini banyak metode penanaman sayuran bermunculan. Salah satunya adalah metode penanaman hidroponik. Beberapa orang mengklaim menanam sayuran dengan cara hidroponik dapat meningkatkan nutrisinya, sehingga tanaman hidroponik lebih sehat daripada sayuran yang ditanam dengan cara biasa. Namun, apakah benar sayuran hidroponik lebih sehat?

Apa itu sayuran hidroponik?

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.
Selain air dan mineral, tanaman hidroponik juga membutuhkan lampu, sistem filtrasi untuk air dan udara, serta alat kontrol iklim. Semua hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Biasanya, sayuran hidroponik ditanam dalam rumah kaca maupun di luar ruangan.

Apa kelebihan sayuran hidroponik?

Karena tanaman hidroponik sangat dijaga cara dan tempat penanamannya, serta tidak membutuhkan tanah, maka sayuran hidroponik tidak perlu penggunaan pestisida untuk melindunginya dari serangan hama serangga. Jadi, kebanyakan produk tanaman hidroponik adalah juga organik.
Selain itu, keuntungan menanam secara hidroponik lainnya adalah:
    • Hanya memerlukan lebih sedikit air dibandingkan cara konvensional, sehingga biaya untuk air lebih sedikit juga
    • Nutrisi, kelembapan (pH), dan lingkungan sebagai tempat tumbuhnya bisa dikontrol
    • Sayuran tumbuh lebih cepat karena oksigen (dari air) lebih banyak tersedia di daerah akar
    • Hasil panen lebih banyak
    • Bisa ditanam di mana saja, tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya
    • Tidak memerlukan budidaya atau penyiangan
    • Rotasi tanaman juga tidak diperlukan
    • Beberapa tanaman, seperti selada dan stroberi, dapat dikondisikan dengan baik hingga mencapai ketinggian yang lebih baik untuk penanaman, budidaya, dan panen.

Apa kekurangan sayuran hidroponik?

Di balik semua kelebihannya itu, tentu tanaman hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan.
    • Walaupun tanaman hidroponik memiliki risiko lebih kecil untuk terkena hama, tetapi tidak menutup kemungkinan tanaman hidroponik bisa mengalami sedikit masalah hama.
    • Beberapa penyakit, seperti Fusarium dan Verticillium, dapat menyebar dengan cepat melalui sistem.
    • Keterampilan dan pengetahuan diperlukan untuk menanam tanaman hidroponik dengan baik. Tanaman hidroponik membutuhkan suhu, kelembapan, dan jumlah cahaya yang harus dikontrol setiap waktu.
    • Membutuhkan biaya operasional yang tinggi dibandingkan tanaman konvensional. Tanaman hidroponik memerlukan kontrol cahaya yang membutuhkan banyak energi dan masih banyak biaya lain yang dipakai untuk mengontrol pertumbuhan tanaman hidroponik.

Apakah sayuran hidroponik lebih sehat?

Belum bisa dibuktikan bahwa sayuran hidroponik memiliki nutrisi yang lebih tinggi daripada sayuran yang ditanam dengan metode lain, walaupun mungkin penelitian dalam skala kecil telah menunjukkan ha tersebut. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Organic Center tahun 2008 yang membuktikan bahwa nutrisi dalam tanaman organik melebihi nutrisi yang ada dalam tanaman konvensional. Begitu pula dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Practical Hydroponics & Greenhouses tahun 2000 yang menunjukkan bahwa tanaman hidroponik lebih unggul dalam segi nutrisi dan rasanya dibandingkan tanaman konvensional, tergantung nutrisi yang diberikan saat penanaman tanaman hidroponik tersebut.
Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa sayuran hidroponik memiliki nutrisi yang sama dengan sayuran yang tumbuh dengan metode konvensional. Selama sayuran hidroponik memiliki nutrisi (khususnya mineral dalam air) yang memadai untuk pertumbuhannya, juga mendapatkan cahaya dan udara yang cukup, maka sayuran hidroponik dapat tumbuh dengan baik dan memiliki nutrisi yang baik.
Namun, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa sayuran yang ditanam secara hidroponik juga dapat memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan sayuran konvensional, walaupun mungkin jumlah penelitian ini baru sedikit. Seperti pada penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2003 yang menunjukkan bahwa kandungan karotenoid dalam sayuran hidroponik lebih rendah dibandingkan dengan sayuran yang ditanam secara konvensional.
Perlu diingat bahwa nutrisi dan fitokimia dalam sayuran yang ditanam secara hidroponik memiliki kandungan yang bervariasi tergantung dari berbagai faktor, seperti varietas tanaman, musim, kapan sayuran tersebut dipanen, dan bagaimana sayuran tersebut ditangani dan disimpan setelah dipanen. Penanganan dan penyimpanan sayuran setelah dipanen turut mempengaruhi nutrisinya. Penyimpanan yang buruk dapat menurunkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.

sumber : hellosehat